Pengertian Dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Motorik

Belajar adalah proses yang dilakukan seorang individu dengan tujuan membuat perubahan dalam  dirinya. Sedangkan menurut beberapa pakar, belajar adalah rangkaian proses yang dilakukan oleh seorang individu dengan cara mengolah informasi yang diterima dari lingkungan untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Lebih jauh lagi, pengertian belajar seperti model pembelajaran motorik menurut prespektif behavioristik adalah kumpulan proses yang memiliki ciri-ciri tersendiri, yaitu terjadi perubahan positif baik potensial maupun aktual, individu mendapatkan kemampuan baru, adanya usaha yang disengaja oleh individu.

Pembelajaran adalah suatu interaksi antara pendidik dengan peserta didiknya serta sumber belajarnya yang terjadi pada lingkungan belajar. Beberapa pakar seperti Sihkabuden dan Setyosari berpendapat bahwa pembelajaran merupakan rangkaian sistem yang terdiri dari kumpulan komponen penting, yaitu : tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran, yang mana di dalamnya mencakup sumber dan alat pembelajaran, penerapan metode pembelajaran, serta penilaian hasil proses belajar.

Pengertian model pembelajaran motorik

Penerapan Model Pembelajaran Motorik
Pembelajaran motorik adalah suatu rangkaian proses yang berfokus untuk melatih keahlian gerakan, memperhalus kemampuan motorik, juga mengenali komponen - komponen yang menghambat atau mendukung kemahiran motorik. Di dalam proses pembelajaran motorik, terdapat 4 konsep yang dipegang erat, yaitu : pelajaran adalah proses mengolah kemampuan untuk menjadi individu yang terampil, pelajaran mencakup praktek atau pengalaman, suatu pelajaran tidak dapat diukur secara langsung namun melalui perilaku individu tersebut, hasil belajar bersifat relatif permanen pada perubahan perilakunya.

Faktor - faktor yang menghambat pembelajaran motorik

Pembelajaran motorik di lingkungan pendidikan disebut pula dengan Pendidikan Jasmani dimana di sana terdapat proses melatih kemampuan motorik peserta didik. Namun sayangnya dewasa ini, pembelajaran ini sedikit terhambat karena adanya keterbatasan di beberapa faktor termasuk kurangnya sarana dan prasarana proses pembelajaran, selain itu terbatasnya kemampuan motorik pendidik. Keterbatasan pendidik disini termasuk kurang pandainya pendidik menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu menarik minat peserta didik untuk melatih kemampuan motorik mereka.

Menyadari hambatan tersebut, perlu adanya langkah-langkah untuk tetap mempertahankan model pembelajaran motorik tetap dilaksanakan. Berikut adalah langkah - langkah model pembelajaran motorik :
1. Tujuan pembelajaran harus merupakan fokus utama, sehingga apabila tujuan ini tidak tercapai maka mudah terdeteksi
2. Mengenali dengan cermat karakteristik pelajaran.Hal ini penting untuk menciptakan suasana yang kondusif saat pembelajaran.
3. Meningkatkan kemampuan pendidik. Pendidik yang cakap dalam pembelajaran motorik akan berpengaruh besar pada minat peserta didiknya untuk melatih kemampuannya pula.
4. Mengetahui sejauh mana kemampuan siswa. Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Dengan mengetahui kemampuan siswa, tenaga pendidik akan lebih mudah untuk memaksimalkan kemampuan siswa yang kompeten, juga mendampingi dan melatih siswa yang kemampuan motoriknya belum maksimal. Semoga artikel yang dipaparkan dalam blog gestion-educativa-umsa.blogspot.com ini dapat bermanfaat untuk pembaca, selanjutnya silahkan simak beberapa strategi pembelajaran yang efektif

Mengenal Model Pembelajaran Problem Based Learning

Pembelajaran sebagai suatu sistem instruksional mengacu pada pengertian sebagai perangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan . Intruksi memiliki arti yang terdiri dari self instruction (dari dalam internal) dan eksternal instruction (dari eksternal). Pembelajaran yang bersifat internal antara lain datang dari guru yang disebut teaching atau pengajaran. Dalam pembelajaran yang bersifat eksternal prinsip-prinsip belajar dengan sendirinya akan menjadi prinsip-prinsip pembelajaran. Salah satu pembelajaran adalah model pembelajaran problem based learning.

Tercapainya tujuan pembelajaran dapat terjadi, apabila ada feed back antara guru dan siswa. Guru harus berusaha sebaik mungkin agar siswa dapat membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan memberikan kepada siswa kebebasan untuk berfikir dan memahami apa yang telah dipelajari. Sehingga, membentuk sesuatu perubahan pada diri siswa yang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing, hasilnya tujuan guru tercapai dan tujuan siswa belajar pun tercapai inilah yang disebut feed back. Selengkapnya tentang Model PBL dapat disimak dalam blog gestion-educativa-umsa.blogspot.com dibawah ini.

Definisimodel Pembelajaran Based Learning

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Model pembelajaran problem based learaning adalah model pembelajaran yang menyajikan masalah otentik dan memiliki makna, serta mencari pemecahan masalahnya melalui suatu penyelidikan yang menggunakan tahap-tahap, yaitu : orientasi masalah, mengorganisasi siswa belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Menurut para ahli problem based learning terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan (Dhofir, 2009), Problem based learning merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif  untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi, pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya, pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Holil, 2008)

Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah-masalah di dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar ketrampilan pemecahan masalah, berpikir kritis serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esesnsial dari materi pembelajaran. Model ini digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi masalah

Ciri Model Pembelajaran Problem Based Learning

Model pembelajaran problem based learning memiliki ciri utama yaitu pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan antar disiplin, kerjasama, penyelidikan autentik serta menghasilkan karya atau hasil peraga. Siswa dapat melakukan penyelidikan dan menemukan sendiri terhadap masalah, karena masalah yang disajikan disini adalah masalah auetentik. Pembelajaran problem based learning ini menggunakan masalah-masalah di kehidupan nyata yang harus dipelajari siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, serta mendapat pengetahuan konsep-konsep penting. Pendekatan pembelajaran ini mengutamakan proses belajar dimana guru harus memfokuskan diri, membantu siswa mencapai ketrampilan mengarahkan diri. Pembelajaran ini dapat merangsang tingkat berfikir yang lebih, dalam situasi berorientasi pada masalah nyata, bagaimana cara belajar siswa juga termasuk.

Referensi :
www.infoduniapendidikan.com
www.kemdiknas.go.id/

Pengertian Dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran jigsaw Secara etimologi, Jigsaw berasal dari bahasa inggris yang berarti gergaji ukir, dan ada yang menyebutnya juga dengan istilah fuzzle, yaitu sebuah teka-teki yang menyusun potongan gambar menjadi sebuah gambar yang utuh. Pola cara pembelajaran jigsaw sama dengan konsep gergaji, yaitu saling bahu membahu untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam kegiatan belajar siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan menyelesaikan masalah yang dihadapkan kepada mereka dan menyelesaikannya bersama-sama.

Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw
Tipe pembelajaran kooperatif jigsaw pertama kali dikembang oleh Elliot Aronson's (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, and SNAPP, 1978). Model pembelajaran ini sudah didesaian sedemikian rupa untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya terpaku fokus dengan hanya mempelajari materi yang telah diberikan, tetapi siswa juga bertanggung jawab dan siap untuk memberikan dan mengajarkan materi ini pada siswa lain. Dasar teori dari pembelajaran ini, menggunakan teori belajar humanistik. Dalam teori humanistik telah dijelaskan bahwa pada hakekatnya manusia adalah unik, memiliki potensi individual dan dorongan dari dalam diri sendiri untuk berkembang dan menentukan perilakunya.

Teknik pengajaran Jigsaw sebagai model pembelajaran yang kooperatif bisa digunakan dalam pengakaran membaca, menulis, mendengarkan ataupun berbicara. Teknik ini menggabungkan dari berbagai aspek dalam belajar seperti mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. Sehingga metode pembelajaran jigsaw dapat diterapkan ke mata pelajaran, seperti matematika, ilmu pengetahuan ( alam, sosial, maupun umum), bahasa bahkan agama. Teknik ini cocok untuk semua kelas di semua tingkatan, dari mulai pendidikan tingkat dasar hingga menengah atas.

Pembelajaran jigsaw yang kooperatif terdapat 3 karaketeristik yaitu kelompok kecil, belajar bersama serta pengalaman belajar. Tanggung jawab setiap individu sekaligus tanggung jawab kelompok adalah esensi dari kooperatif learning. Sehingga, dalam diri siswa terbentuk sikap ketergantungan positif, yang menjadikan optimalnya kerja kelompok. Kondisi ini mendukung siswa dalam  kelompok belajarnya, untuk bekerja sama dan bertanggung jawab bersama dengan sungguh-sungguh sampai terselesainya semua tugas-tugas kelompok

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Jigsaw

Langkah-langkah kegiatan dalam pembelajaran, dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw adalah sebagai berikut:
1. Membentuk sebuah kelompok heterogen, dengan jumlah anggota 4 - 6 orang
2. Setiap orang dari masing-masing kelompok akan diberikan sub topik yang berbeda-beda.
3. Setiap kelompok menetapkan anggota ahli yang akan bergabung dengan kelompok ahli setelah sub topik dibaca dan didiskusikan masing-masing kelompok.
4. Anggota ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua sub topik yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok.
5. Kelompok ahli berdiskusi membahas topik-topik yang telah diberikan, dan saling membantu untuk menguasai semua sub topik tersebut.
6. Setelah memahami semua materi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke kelompok masing-masing, kemudian menjelaskan materi kelompok lain kepada rekan kelompoknya.
7. Tiap kelompok memperesentasikan hasil diskusi.
8. Pada akhir pembelajaran tentang materi yang telah didiskusikan, kemudian guru memberikan tes individual
9. Siswa mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua materi pembelajaran.

Demikianlah informasi pendidikan tentang pembelajaran khususnya terkait model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw yang telah disampaikan blog ini, semoga anda merasa terbantu dengan penjelasan artikel ini.

Pengertian Model Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran discovery learning mengacu kepada teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. Sesuai dengan pendapat Bruner yang menyatakan bahwa, bahwa : “Discovery Learning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with subject in the final form but rather is required to organize it him self” (Lefancois dalam Emtembun, 1986:103). Bruner mendapat ide ini setelah pieget berpendapat bahwa anak itu harus berperan aktif dalam pembelajaran di kelas.

Model Pembelajaran Discovery Learning

Discovery dapat terjadi apabila individu tersebut terlibat terutama dalam penggunaan proses mental untuk menemukan konsep serta prinsip. Bentuk pembelajaran descovery learning adalah tentang memahami konsep arti dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Dengan Observasi, pengukuran, penentuan, klasifikasi, prediksi dan inferi adalah cara pembelajaran discovery learning. Proses itu disebut cognitive proses, sementara discovery disebut the mental. Perkembangan kognitif yang terjadi pada seseorang menurut bruner ditentukan oleh lingkungan yaitu : enactive, iconic dan symbolic.

Bahan Ajar Model Pembelajaran Discovery Learning

Bahan ajar dalam model pembelajaran ini, tidak disajikan kedalam bentuk akhir, melainkan siswa dituntut untuk melakukan serangkaian kegiatan discovery, seperti menghimpun informasi-informasi yang tersedia,  setelah itu menganalisa semua informasi yang sudah ia dapatkan, memisah dan mengumpulkan yang sejenis atau disebut dengan mengkategorikan informasi, membandingkan antara bagian-bagian yang telah dipisahkan tadi, mereorganisasikan bahan yang telah ia dapatkan dan yang terakhir dapat menarik kesimpulan setelah melakukan serangkaian kegiatan tadi, sehingga siswa mendapat konsep atau prinsip.

Model Pembelajaran Discovery Learning Hampir Sama Dengan Inkuiri

Model belajar discovery memiliki prinsip sama dengan inkuiri (inquiry). Di inkuiri masalah yang dihadapi benar-benar riil tanpa ada rekayasa dari siapapun, sehingga siswa mau tidak mau harus mengerahkan segala pikiran, kempuaan serta ketrampilan mereka. Siswa disini bebas melakukan apapun, karena masalah yang dihadapi bukan rekayasa setiap siswa boleh menggunakan proes apa saja untuk menarik kesimpulan, dan guru tidak bisa menyalahkan hasil kesimpulan siswa. Sedangkan, pada discovery masalah-masalah yang dihadapkan adalah rekayasa dari pendidik, Descovery learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya belum pernah diketahui.

Dalam proses pembelajaran model pembelajaran discovery learning, partisipasi aktif dari tiap siswa  adalah hal yang penting serta mengenal baik adanya suatu perbedaan kemampuan. Dengan mereka mengetahui kemampuan dari anggotanya, setiap anggota diharapkan bisa saling bahu-membahu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Descovery learning environtment, yaitu lingkungan dimana siswa dapat melakukan explorasi, penemuan-penemuan baru yang belum diketahui. Tujuan lingkungan yang seperti ini supaya siswa  lebih baik dan kreatiif dalam proses pembelajaran. Demikianlah yang dapat blog gestion-educativa-umsa.blogspot.com sampaikan kepada anda tentang model pembelajaran Discovery Learning, semoga dapat bermanfaat

Mengenal Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Dan Langkahnya

Jika dulu lebih banyak guru yang menggunakan motode pembelajaran tradisional yang menempatkan guru yang center dan siswa hanya objek saja. Tetapi sekarang sudah banyak dikembangkan model pembelajaran aktif yang lebih terpusat pada siswa sebagai pelaku proses belajar mengajar dan menjadikan guru sebagai fasilitator dalam kelas. Model pembelajaran aktif yang sekarang sedang banyak dikembangkan adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran koopertif membuat siswa lebih aktif dan juga mengembangkan aspek lain dalam diri siswa selain aspek intelektual.

Pengertian Dasar Model Pembelajaran Kooperatif

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif lebih dikenal dengan pembelajaran kelompok. Sekarang sudah banyak sekali Model pembelajaran kooperatif ini seperti stad, jigsaw, inkuiri dan masih banyak lainnya. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang terfokus pada kelompok kecil siswa yang terdiri dari 3 sampai 6 siswa untuk memecahkan suatu permasalahan. Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning menekankan siswa untuk bisa bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu.

Beberapa Langkah dalam Model Pembelajaran Kooperatif

Seperti yang sudah anda ketahui, sekarang model pembelajaran kooperatif sudah mulai berkembang. Tetapi kita akan membahas mengenai langkah pembelajaran kooperatif secara umum. Langkah pertama adalah guru merancang pembelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Selain itu guru juga harus menetapkan tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran ini. Langkah yang kedua adalah guru membuat lembar observasi siswa yang akan digunakan untuk menilai semua aspek yang sudah ditentukan dalam proses pembelajaran. Aspek tersebut antara lain perilaku, sikap, kerjasama, disiplin waktu dan masih banyak lainnya.

Langkah yang ketiga adalah diskusi kelompok. Siswa diberi materi yang harus di diskusikan. Dalam proses tugas kelompok ini, guru tetap melakukan observasi terhadap siswa. Selain itu guru juga selalu membimbing dan mengarahkan siswa dalam proses diskusi. Terutama untuk siswa yang masih baru saja menggunakan metode kooperatif. Langkah yang terakhir adalah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas dan mengadakan Tanya jawab dengan kelompok lainnya. Dalam langkah ini, guru juga memberikan penilaian sikap dan perilaku social siswa ketika berada didepan kelas dan menjawab pertanyaan dari siswa lainnya. Dengan cara tersebut maka akan membuat guru dan murid menjadi nyaman dalam melakukan proses pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif ini harus sering dilakukan. Dengan begitu siswa akan lebih mudah memahami materi pembelajaran yang diberikan. Ketika siswa menemukan jawaban atas permasalahannya sendiri, akan lebih mudah di ingat dibandingkan dengan guru menerangkannya didepan kelas. Jangan lupa dalam setiap kegiatan kelompok, guru selalu memberikan penghargaan kepada siswa secara individu maupun secara kelompok. Ini akan memotivasi siswa untuk lebih giat dan belajar dengan lebih baik lagi. Intulah sedikit Informasi pendidikan terkait model pembelajaran kooperatif, semoga bermanfaat.

Pengertian Dan Maksud Pendidikan Karakter Bangsa

Pendidikan karakter bangsa merupakan aspek siginifikan dari sistem pendidikan nasional. Pengertiannya secara sederhana bisa diungkapkan dengan penjabaran secara terpisah unsur-unsur pembentuk term tersebut. Pendidikan karakter tentu saja merujuk pada bagaimana sebuah sistem pembelajaran tidak hanya berfokus pada memberikan pengetahuan yang mumpuni akan tetapi juga bagaimana pendidikan tersebut bisa berpengaruh menuntun peserta didik menuju kepahaman dan praktek prilaku yang sesuai dengan norma dan etika sebagai warga negara. Ada kesinambungan yang diharapkan melalui pendidikan karakter demi menyiapkan peran mereka dalam membangun nusa dan bangsa.

Selanjutnya, pengertian karakter bangsa dalam terma tersebut merujuk pada konsep mengenai kualitas kebangsaan yang tidak hanya berupa pemahaman akan hal tersebut melainkan juga berupa perilaku yang sesuai dengan  dasar negara. Tentu saja bangsa merujuk pada konsep kolektif alih-alih individual. Meskipun demikian, hal tersebut tersusun dari kesadaran individual setiap warga negara indonesia yang mendasarkan setiap perilakunya pada nilai-nilai pancasila dan UUD 45. Dengan demikian, konsep berbeda-beda tetapi tetap satu jua merupakan salah satu basic pula yang digunakan demi menciptakan kerukunan pergaulan antar individu. Pada akhirnya, kesetiaan terhadap negara kesatuan merupakan aspek terakhir yang juga terkandung dalam konsep karakter bangsa Indonesia.

Maksud Umum Pendidikan Karakter Bangsa

18 Nilai pendidikan karakter bangsa yang wajib diketahui
Secara umum, Pendidikan karakter bangsa berarti konsep pendidikan yang bersentuhan langsung dengan bagaimana beretika yang sesuai dengan dasar-dasar kebangsaan, dalam hal ini bangsa Indonesia. Ada berbagai cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan pendidikan karakter bangsa Indonesia dan salah satunya antara lain melalui pendidikan formal. Pendidikan formal merujuk pada pendidikan yang berjenjang dan wajib ditempuh oleh seluruh warga negara indonesia. Pendidikan formal yang berbasis karakter bangsa bisa diwujudkan melalui konsep yang ditanamkan dalam kurikulum. Dengan menggunakan kurikulum pembelajaran tematik misalnya, siswa akan lebih bersemangat dalam mempelajari tema yang disusun dan kemudian mereka juga akan lebih mudah dalam mempraktekkan hal tersebut karena didukung dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bersangkutan dengan tema tersebut pula.

Arti Penting Pendidikan Karakter Bangsa

Dengan pendidikan bersistem seperti demikian, berbagai generasi muda yang tangguh dan memiliki perilaku kebangsaan akan bisa dihasilkan. Hal tersebut jelas berpengaruh pada kemajuan berbagai aspek kebangsaan di masa depan. Persaingan antar negara dalam berbagai bidang jelas membutuhkan generasi-generasi yang selain memiliki pengetahuan yang mumpuni juga memiliki perilaku yang menakjubkan baik dalam pergaulan sesama ataupun dalam pergaulan antara bangsa. Nilai maksud dari pendidikan semacam ini tentunya harus didukung pula oleh pembimbing-pembimbing yang handal dan bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi para siswa, khususnya dalam pembelajaran formal

Dengan demikian, arti penting dari Pendidikan karakter bangsa sebenarnya sudah bisa dilihat. Hal tersebut sangat penting demi menciptakan kemajuan yang bagus pada segi-segi kebangsaan dan kenegaraan. Tanpa generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, hal tersebut jelas tidak akan bisa dicapai. Demikianlah topik pendidikan yang dapat disampaikan dalam artikel ini selanjutnya simaklah artikel tentang macam-macam model pembelajaran yang dapat diterapkan